Peningkatan Kemandirian Santri Melalui Kepemimpinan Transformasional Kiai
DOI:
https://doi.org/10.37348/aksi.v1i3.256Kata Kunci:
kemandirian santri, pesantren, kepemimpinan transformasionalAbstrak
Artikel ini berupaya untuk menjelaskan bagaimana kepemimpinan transformasional kiai di pondok pesantren Al Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dapat meningkatkan kemandirian santri. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peningkatan kemandirian santri melalui kepemimpinan transformasional kiai di pondok pesantren tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di pondok pesantren Al Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas.Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, serta pengujian keabsahan data melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiai di Pondok Pesantren tersebut telah melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian santri melalui kepemimpinan transformasional yang mengimplementasikan fungsi kepemimpinan seperti pengaruh yang ideal, stimulasi intelektual, pertimbangan individual, dan motivasi yang menginspirasi. Faktor pendukung peningkatan kemandirian santri termasuk lingkungan yang kondusif, pendidikan karakter, pendidikan keterampilan, partisipasi santri dalam kegiatan pesantren, dan dukungan keluarga. Sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya motivasi dan minat belajar dari peserta didik, kurangnya dukungan dan bimbingan dari keluarga, dan kurangnya pemahaman tentang cara belajar mandiri.
Unduhan
Referensi
(Indonesia), P. K. (2010). Bahan pelatihan penguatan metodologi pembelajaran berdasarkan nilai-nilai budaya untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa: pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Kementerian Pendidikan Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Kurikulum. https://books.google.co.id/books?id=-igtAwEACAAJ
Anggraini, Z. R., & Anwar, S. (2021). The Effect of Habituation of Dhuha on the Religiosity of Santri. EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal), 9(2), 153–168. https://doi.org/10.54956/edukasi.v9i2.32
Ardy, N. (2016). Bina karakter anak usia dini: Panduan orang tua dan guru dalam membentuk kemandirian dan kedisiplinan anak usia dini.
Bass, B. M., & Avolio, B. J. (1990). Transformational leadership development: Manual for the multifactor leadership questionnaire. Consulting Psychologists Press.
Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational leadership.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1982). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods, Penerbit Allyn and Bacon. Inc., Boston.
Burns, J. M. G. (1978). Leadership. Harper & Row. https://books.google.co.id/books?id=DeztAAAAMAAJ
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., & Donnelly Jr, J. H. (1997). Organizations: Behavior, Structure, Processes. Chicago: Richard D. Irwin.
Habe, H., & Ahiruddin, A. (2017). Sistem Pendidikan Nasional. Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan Dan Bisnis, 2(1), 39–45. https://doi.org/10.24967/ekombis.v2i1.48
Harbani, P., & Birokrasi, K. (2008). Bandung: CV. Alfabeta.
Heru, S. (2014). Pengaruh Gaya Kepemimpnan Transformasional Dan Motivasi Kyai Terhadap Kemandirian Santri Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo Jombang. Universitas Wijaya Putra.
M.Si, H., ustiawaty, jumari, Andriani, H., istiqomah, ria, Sukmana, D., Fardani, R., auliya, nur, & Utami, E. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif.
Mastuhu. (2014). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. In INIS Jakarta (p. 92).
Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitative. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mu’tadin, Z. (2002). Kemandirian sebagai kebutuhan psikologis pada remaja. E. Psikologi, 5.
Pondok, D., Gontor, M., Kediri, L., Tebuireng, D. P., & Mardiyah, J. (2012). Kepemimpinan Kiai dalam Memelihara Budaya Organisasi. Kepemimpinan Kiai Dalam Memelihara Budaya Organisasi, 8(1), 67–104.
Rofiq, A. (2005). Pemberdayaan pesantren: menuju kemandirian dan profesionalisme santri dengen metode daurah kebudayaan. PT LKiS Pelangi Aksara.
Sagala, S. (2000). Administrasi Pendidikan Kontemporer, Bandung: CV. Alfabeta, Tt.
Sanusi, U. (2012). manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan . Oleh. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(2), 123–139.
Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar/Sardiman AM.
Sugiyono, D. (2010). Metode penelitian kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 26–33.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 M. Amirul Mukhlasin Al Hariri, Mochammad Syafiuddin Shobirin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









