Pertimbangan Hakim Dalam Pemberian Dispensasi Nikah Bagi Anak Di Bawah Umur Di Mahkamah Syar’iyah Jantho

Authors

  • MAILA LIDINIA PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA, UIN AR-RANIRY, BANDA ACEH
  • Agustin Hanapi UIN AR-RANIRY Banda Aceh
  • Rispalman UIN AR-RANIRY Banda Aceh

Keywords:

Dispensasi Nikah; Pertimbangan Hakim; Perlindungan Anak; Perkawinan Anak; Mahkamah Syar’iyah.

Abstract

Abstract: This study is motivated by the high number of marriage dispensation applications in the Mahkamah Syar’iyah, which reflects a tension between the legal restriction on the minimum age of marriage as regulated in Law Number 16 of 2019 and the social realities within society. This research aims to analyze the judges’ considerations in granting marriage dispensation and to examine these considerations through the framework of judicial reasoning theories.This research employs a normative legal method with a statutory and conceptual approach, supported by empirical data to strengthen the analysis. The results indicate that judges’ considerations in granting marriage dispensation are based on several factors, including the long-standing  relationship between the child and their prospective partner, parental concerns regarding potential violations of religious and social norms, the child’s consent without coercion, the economic readiness of the prospective husband, and the child’s educational condition. From a theoretical perspective, these considerations demonstrate the dominance of sociological reasoning, although still grounded in juridical and philosophical considerations. This condition indicates an expansion in the interpretation of “urgent reasons” in practice, which potentially weakens the restrictive nature of dispensation as an exception and affects the fundamental objective of child protection in regulating the minimum age of marriage.

Keywords: Marriage Dispensation; Judicial Consideration; Child Protection; Sharia Court

 

 

References

Aisyah, N. (2023). Implementasi PERMA No. 5 Tahun 2019.

Al-Ghazali. (n.d.). Al-Mustashfa min ‘Ilm al-Usul.

Al-Zuhaili, W. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh.

Ali, A. (2021). Menguak Teori Hukum dan Teori Peradilan. Kencana.

Amina, S. N. (2022). Dampak perubahan batas usia nikah terhadap dispensasi nikah di Pengadilan Agama. Jurnal El-Thawalib, 3(4), 641–654.

Fadly, M., & Nurhayati. (2021). Dispensasi nikah pasca UU 16/2019.

Habibah, U. (2023). Tinjauan kompilasi hukum Islam terhadap permohonan dispensasi nikah di bawah umur. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5(1), 42–57.Hasyim, P. (2023). Pertimbangan hakim terhadap dispensasi nikah terhadap anak di bawah umur akibat hamil di luar nikah. Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(2), 36–40.

Herviani, F., Zuhriah, E., & Yasin, R. C. L. (2022). Pertimbangan hakim dalam pemberian dispensasi nikah perspektif teori sistem hukum Lawrence M. Friedman di Pengadilan Agama Malang. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 11(1), 117–127.

Hidayat, A. (2024). Dispensasi nikah dan perlindungan anak.

Hilyasani, F., Najib, A. M., & Harahap, R. N. (2022). Dispensasi nikah: Analisis kontemporer dimensi pernikahan dini menurut berbagai aktor di

Kabupaten Bantul DI Yogyakarta. Al-Manhaj: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 4(2), 139–152.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.

Marzuki, P. M. (2020). Penelitian Hukum. Kencana.

Mulyadi, L. (2020). Putusan Hakim dalam Hukum Acara Perdata. Citra Aditya Bakti.

Nasution, K. (2020). Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Academia.

Nurlaelawati, E. (2020). Child marriage and judicial discretion.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pemerintah Republik Indonesia. (2019). Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pasal 29 ayat (2) (16).

Pratama, R. C. (2024). Fenomena dispensasi nikah dan pernikahan dini perspektif maqashid syari’ah dan hak asasi manusia. Familia: Jurnal Hukum Keluarga, 5(1), 54–75.

Rahman, F. (2022). Kepentingan terbaik bagi anak.

Rahmani, H., & Manoppo, R. G. (2023). Dispensasi nikah dan perubahan sosial jadikan dispensasi nikah sebagai pilihan terbaik untuk menikah. Deepublish.

Rahmawati, D. (2023). Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Praktik Dengan Hasil Belajar Tata Boga. Jurnal Pendidikan Kejuruan, 7(2), 88–96.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. In Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186.

Sainul, A. (2024). Dispensasi nikah di Pengadilan Agama: Tinjauan maqosid syariah dan pertimbangan maslahah-mafsadah. Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 7(2), 327–341.

Salim, A. (2021). Legal reform and child marriage.

Sari, I. (2023). Analisis sosio-legal dispensasi nikah.

Soekanto, S. (2013). Pengantar Penelitian Hukum. UI Pres.

Syarifuddin, A. (2006). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Kencana.

Umam, A. K. (2023). Dispensasi nikah di Indonesia perspektif sadd adz-dzari’ah. Al-’Adalah: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 8(2), 187–211.

Wibowo, M. K. B., Octasari, A., Julia, J., & Abubakar, K. (2022). Implementasi

dispensasi nikah berdasarkan UU No. 16 Tahun 2019 di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. AL HUKMU: Journal of Islamic Law and Economics, 28–33.

Downloads

Published

2026-05-24

Issue

Section

Articles