Implementasi Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Mutu Peserta Didik Di SMA Negeri 26 Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.37348/aksi.v2i2.378Keywords:
Manajemen Kesiswaan, Mutu Peserta DidikAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana manajemen kesiswaan di SMAN 26 Kota Bandung, bagaimana mutu peserta didik di SMAN 26 Kota Bandung, dan bagaimana implementasi manajemen kesiswaan dalam meningkatkan mutu peserta didik di SMAN 26 Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Melalui pendekatan ini akan terungkap gambaran mengenai aktualisasi, realitas sosial, dan persepsi sasaran penelitian, yakni tentang implementasi manajemen kesiswaan dalam meningkatkan mutu peserta didik di SMAN 26 Kota Bandung. Peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara. Bahwa dalam manajemen kesiswaan terdapat berbagai program kesiswaan yaitu membuat program sekolah, menerapkan sistem POAC, dan mutu peserta didik yang diukur dari jumlah siswa tahun ke tahun, dan prestasi yang diraih oleh peserta didik. Di dalam implementasi manajemen kesiswaan dalam meningkatkan mutu peserta didik terdapat indikator, yaitu : pertama, jumlah peserta didik yang cukup banyak, hal ini menunjukkan adanya antusias masyarakat terhadap lembaga pendidikan sangat tinggi. Kedua, memiliki berbagai prestasi akademik dan non akademik. Ketiga, memiliki standar sekolah yang telah ditentukan. Serta dapat terlibat dalam proses manajemen perubahan melalui prinsip manajemen mutu yang dapat menciptakan penghargaan di lembaga pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen kesiswaan berhubungan dengan kegiatan permasalahan peserta didik. Dengan tujuan untuk mengelola proses kesiswaan mulai dari perekrutan, mengikuti pembelajaran secara efektif dan efesien. Manajemen dalam peningkatan mutu yaitu seluruh usaha untuk mengatur sumber daya agar mencapai tujuan yang ditetapkan.
Downloads
References
Ariska, R. S. (2015). Manajemen Kesiswaan. Jurnal Manajer Pendidikan, 828.
Aritonang, K. T. (2008). Minat dan Motivasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Penabur , 3.
Aziz, A. (2015). Peningkatan Mutu. Jurnal Studi Islam.
Boyle, D. (2007). Quality Management Essentials. Burlington: Elsevier.
Danim, S. (2017). Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Alfabeta, CV.
Fitrah, M. (2017). Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Penjaminan Mutu, 31-42.
Fitriyani, R., & Soedarmo, U. R. (2019). Sistem Penjaminan Mutu dalam Mewujudkan Mutu Sekolah Pada Sekolah Model dan Sekolah Imbas . Journal of Education Management and Administration Review, 86.
Haryanto, B., & Istikomah. (2020). Manajemen Mutu Pendidikan Islam. Sidoarjo: Umsida Press.
Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. In Lembaran Negara RI Tahun 2003 Nomor 20. Jakarta: Sekretaris Negara.
Kuntoro, A. T. (2019). Manajemen Mutu Pendidikan Islam. Jurnal Kependidikan, 92-93.
Kurniawati, E., & Roesminingsih, E. (2014). Manajemen Kesiswaan di SMA Negeri Mojoagung Jombang. Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, 207.
Moleong, L. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moleong, L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Putra, N. (2013). Metode Penelitian Kualitatif Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.
Sakdiah, H., & Syahrani. (2022). Pengembangan Standar Isi dan Standar Proses dalam Pendidikan Guna Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah. Jurnal Cross-Border, 628.
Santriati, M. (2019). Manajemen Kesiswaan. Jurnal Manajer Pendidikan, 281.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yusup, P. M. (2012). Perspektif Manajemen Pengetahuan Informasi, Komunikasi, Pendidikan, dan Perpustakaan. Jakarta: Rajawali Pers.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Shafna Alifia Muslim, Wahyu Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









